Apa itu SEO?

Apa itu SEO?

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization yang berarti Optimasi Mesin Pencari.

Mesin pencari yang dimaksud utamanya adalah Google karena memang mesin pencari ini yang paling banyak digunakan didunia. Bayangkan saja, menurut wolframalpha.com tiap harinya Google dibuka 1,5 milyar kali dengan jumlah tayangan laman sebanyak 13 milyar.

Sedangkan mesin pencari kedua yang paling populer dengan kunjungan sebanyak 310 juta kali dengan tampilan laman 1,2 milyar kali adalah Yahoo!.

Dikutip dari Wikipedia, Optimasi Mesin Pencari ini adalah sebuah proses untuk mempengaruhi tingkat keterlihatan (visibilitas) di hasil pencarian mesin pencari secara alami (pencarian tak berbayar, non-iklan, atau sering disebut pencarian organik)

SEO adalah
Gambar peta panas klik. Gambar ini mengilustrasikan bagian mana yang paling banyak/sering di klik oleh pengguna internet.

Apa itu SEO?

 Legenda peta panas klik. Semakin merah, semakin banyak di klik.

 SEO adalah

Ilustrasi pembagian wilayah pencarian dengan SEO (alami)  dan non-SEO

Tujuannya Apa?

Aktifitas SEO ini dilakukan dengan beberapa cara, trik atau modifikasi terhadap situs web atau halaman web yang kalian miliki agar ketika pengguna mesin pencari memasukkan keywoard, mesin pencari dapat menampilkan situs web kalian yang sudah di berikan perlakuan SEO dapat muncul di hasil pencarian teratas secara alami.

Bagaimana cara agar mencapai pencarian teratas secara alami? Caranya adalah dengan meningkatkan volume lalu lintas keluar masuk ke website kita, meningkatkan kualitas lalu lintas dan mempertahankan volume.

Maksud kualitas adalah kualitas pengunjung yang mengunjungi website kita. Mereka tidak hanya membuka 1 halaman di website kita, tapi juga membuka artikel-artikel lainnya yang kita tulis di website kita melalui beberapa cara SEO On Page.

Jadi kesimpulannya, SEO adalah kumpulan trik yang dilakukan baik di dalam maupun di luar website yang kalian kelola atau miliki agar website kalian muncul di hasil pencarian teratas (atau paling tidak halaman pertama) ketika ada pengunjung yang memasukkan kata kunci tertentu yang terkait dengan artikel yang ada di website kalian, atau website kalian langsung.

Kenapa harus pakai SEO?

Dengan muncul di hasil pencarian teratas maka lalu lintas pengunjung yang keluar masuk ke website kalian pun akan semakin banyak.

Dengan semakin banyaknya pengunjung di website kalian maka website kalian akan semakin populer.

Dengan makin populernya website kalian, maka kalian bisa mendapatkan uang dengan cara memasang iklan, berjualan produk, atau melalui cara-cara lainnya.

Apa Saja Cara SEO itu?

SEO dibagi menjadi dua cara yakni SEO On Page dan SEO Off page. Seperti yang saya bilang di awal tadi, SEO dilakukan dari dalam dan dari luar.

Untuk lengkapnya kalian bisa membaca artikel SEO On Page untuk Pemula dan SEO Off Page untuk Pemula. 

Di dua artikel tadi kalian bisa membaca banyak cara untuk melakukan SEO yang jika kalian lakukan, dan dengan seiring berjalannya waktu website kalian

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan SEO dan non-SEO?

Dalam tabel berikut ini akan dijelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan utama SEO dan non-SEO.

Kelebihan:

Kekurangan:

Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Melakukan SEO

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Hal ini juga berlaku untuk SEO. Jika kalian melakukan hal-hal dibawah ini, bukan tidak mungkin website kalian malah akan turun peringkat (filtering), terkena hukuman alias penalty dengan tidak ditampilkan di hasil pencarian hingga anda mengirimkan surat permintaan untuk tampil lagi di hasil pencarian kepada Google, hingga di black list dari Google.

Aktifitas berlebihan ini biasanya karena para pelaku SEO biasanya melakukan optimasi berlebihan yang sering melanggar ketentuan Google, seperti hanya menulis kata kunci saja tanpa ada isi artikel yang berhubungan dengan kata kunci. Praktek ini disebut black hat. 

Nah, hal-hal yang harus dihindari adalah:

  1. Penggunaan kata kunci berlebihan di elemen-elemen situs atau halaman web (keyword stuffing)
  2. Menggunakan warna huruf yang sama dengan warna background halaman web. Sehingga trik keyword stuffing tidak terlihat secara visual, namun tetap terbaca dan ditemukan oleh mesin pencari.
  3. Membuat isi halaman website dengan software tertentu dengan cara menyalin dan menempel secara otomatis (Auto Generated Content) tanpa dicek kualitasnya. Biasanya software ini juga melakukan penjiplakan alias plagiarism.
  4. Membuat halaman yang berbeda untuk mesin pencari dan pengunjung (cloaking)
  5. Mengganti isi halaman secara keseluruhan setelah halaman tersebut mendapat ranking di SERP (Swapping)
  6. Membuat halaman-halaman khusus untuk menarik perhatian mesin pencari, namun mengarahkan pengunjung menusia ke halaman yang lain (doorway pages)
  7. Serta bermacam pelanggaran yang bisa dilihat di Pedoman Webmaster Google.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *