Bandwidth boros? Gunakan Tips-tips ini agar Bandwidth Hostingmu Awet!

Hemat bandwidth

sumber: http://www.tradeforexmakemoney.co.uk

Bagi anda yang memiliki situs web dan menyewa dari perusahaan hosting, maka Bandwidth adalah salah satu hal yang petning diperhatikan. Biasanya penyedia jasa hosting menyediakan beberapa paket pilihan dengan besaran bandwidth yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan kuota, ada yang bebas kuota alias unlimited.

Untuk mereka yang tidak memiliki masalah finansial mungkin bandwidth bukan masalah. Namun, untuk mereka yang memiliki keterbatasan di pendanaan, maka bandwidth menjadi hal yang wajib diperhatikan. Karena bandwidth mereka yang memiliki kuota, maka besaran bandwidth di Hosting harus diperhatikan. Karena jika melebihi kuota yang ditetapkan, maka situs mereka tidak dapat diakses pada sisa bulan itu.

Ada 3 hal utama yang menyebabkan kuota bandwidth anda terkuras,

Pertama, sedikit banyaknya pengunjung situs web anda. Semakin banyak pengunjung ke situs web anda, maka akan semakin terkuras bandwidth anda.

Kedua, apa yang anda sediakan di situs web anda dan pengunjung lakukan di situs web. Jika anda meletakkan file dan mempersilahkan pengunjung untuk mengupload dan mendownload file dari situs anda, maka bandwidth anda akan cepat habis karena sistem internet adalah salaing transfer data. Transfer data inilah yang mempengaruhi bandwidth. 

Ketiga adalah ketiga anda melakukan outlook dalam berkirim file atau teks melalui e-mail di hosting anda. .

Jika anda belum terlalu paham tentang bandwidth, anda bisa membaca artikel Apa itu Unlimited Bandwidth agar anda lebih mudah mencerna artikel kali ini.

cara menghemat bandwidth hosting

sumber:http://www.alignthoughts.com

Kembali ke pembahasan utama dari artikel ini. Berikut adalah 9 tips yang bisa anda gunakan agar kuota bandwidth anda awet sampai akhir bulan.

1. Pemilihan tema tampilan yang tepat

Penghematan dapat diawali dari pemilihan tema yang tepat. Tema tampilan yang berisi sedikit gambar, atau yang tidak terlalu banyak memiliki fitur, file flash, javascript dan plug-in dapat menjadi tampilan yang hemat bandwidth. 

Karena tidak harus memuat banyak gambar dan file-file besar yang dapat menaikkan jumlah data yang ditransfer antara server dan pengunjung, maka lalu lintas bandwidth pun dapat ditekan. Pilihlah tema yang relatif ringan, sehingga proses loading atau memuat dapat lebih cepat sekalipun dengan kecepatan internet yang rendah serta ramah mesin pencari.

Namun, jangan sampai anda membuat tampilan yang biasa saja, dan terkesan membosankan hanya untuk menghemat bandwidth, karena anda tetap membutuhkan jumlah pengunjung yang cukup banyak agar situs web anda tetap memiliki pengunjung.

Walaupun hampir tidak ada pengunjung yang iseng membuka situs web kita hanya karena ingin melihat keindahannya, namun segi keindahan, kesesuaian isi situs dengan tampilan juga wajib diperhatikan demi nyamannya pengunjung saat mengunjungi situs web kita.

2. Meminimalisir penggunaan Plug-in

Plug-in adalah berbagai alat yang memudahkan pengunjung dan pemilik situs web untuk mengatur atau menggunakan fitur lebih yang ada di situs web. Namun, tentu saja seiring bertambahnya layanan dan kemudahan, bandwidth yang digunakan pun akan semakin bertambah. Hal ini tentu saja akan menggagalkan niatan anda untuk menghemat bandwidth. 

Penggunaan plug-in yang banyak akan mengakibatkan situs web query database berat. Peningkatan query database yang selanjutnya akan meningkatkan beban server dan mengambil sumber daya CPU yang lumayan besar. Kuota bandwidth pun akan cepat habis karenanya.

3. Mengoptimasi database MySQL

Database MySQL adalah jantung dari hosting yang menggunakan WordPress. Database dapat terfragmentasi secara tiba-tiba sehingga akan berantakan akibat string asing yang dimasukkan. Oleh karena itu optimasi database secara berkala sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja server.

Jangan Khawatir, karena hal ini dapat diatasi dengan plug-in dari WordPress seperti WP DB Manager. Plug-in ini dapat berfungsi sebagai pengoptimasi database, perbaikan database, back-up database, restore database, menghapus database cadangan/back-up, menghapus tabel kosong dan menjalankan query yang dipilih, serta mendukung penjadwalan back-up otomatis.

4. Mengoptimasi ukuran dan jumlah gambar

Gambar adalah hal yang wajib ditampilkan guna melengkapi informasi yang kita letakkan di situs web kita. Dengan adanya gambar, informasi yang kita paparkan akan semakin komplit, para pengunjung pun  makin terbantu dengan adanya gambar karena tidak hanya mendapat informasi secara narasi saja.

Namun, membludaknya gambar akan menyedot kuota bandwidth yang cukup banyak karena gambar umumnya berukuran lebih dari 1 megabyte. Untuk itu kita perlu menyiasati ukuran gambar yang akan kita taruh dalam server situs web kita, serta membatasi jumlahnya.

Di samping itu, kita juga bisa menaruhnya di situs image hosting. Jika kita menaruh gambar-gambar di image hosting, yang harus kita lakukan hanya menaruh kode embed di situs kita, maka gambar akan tampil seperti biasa yang akan saya bahas di poin ke 5.

Cara ini lebih efektif daripada mengecilkan ukuran foto yang akan berakibat pada menurunnya kualitas foto dan mengurangi jumlah foto yang akan berimbas pada kurang lengkapnya informasi di situs web kita. Menaruh foto di image hosting, selain gratis tentunya juga akan membebaskan kita dari bandwidth yang lewat melalui situs web kita.

Ukuran foto sebaiknya dibawah 50kilobyte agar kuota bandwidth awet. Namun, untuk ukuran sekecil itu patut dipikirkan lagi akan kualitas yang diharapkan. Solusinya adalah menggunakan image hosting yang tersedia gratis hanya dengan registrasi.

Selain itu, kita bisa menggunakan metode Compress CSS, javascript dan image untuk mengecilkan ukuran file yang kita pasang di situs web kita melalui pihak ketiga. Sehingga laman situs web kita dapat dimuat dengan lebih cepat dan tidak terlalu memakan banyak kuota bandwidth.

5. Menggunakan image hosting

Beberapa situs web image hosting adalah, Tinypic, Post Image, Photobucket, Imgur, dan Imageshack.

Masing-masing image hosting memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa poin yang merupakan kelebihan dan kekurangan adalah jumlah space yang ditawarkan secara gratis, hingga lamanya penyimpanan.

Anda wajib membuka/membuat akun (yang bisa dibuat secara gratis maupun berbayar) agar foto-foto anda tidak dihapus oleh si empunya image hosting. Sehingga, foto”titipan” anda di image hosting tersebut tidak hilang ketika dipasang di situs web anda.

 6. Pencegahan munculnya Hotlink

Hotlink adalah suatu kegiatan yang kita lakukan saat kita menaruh foto-foto yang akan kita pasang di situs kita di situs image hosting, hanya saja terbalik.

Ada seseorang yang “mengambil” gambar/video dari situs web milik kita tanpa mendownload dan mengupload ke servernya sendiri, tetapi dia malah menyalin kode dari gambar/video yang ada di situs web kita dan menaruh kode gambar/video tersebut ke situs web mereka. Jadi lalu lintas dan bandwidth akan mengalir dari dan ke server situs web kita.

Sehingga saat ada seseorang yang membuka situs web mereka, bandwidth yang akan terpakai adalah bandwidth milik kita. Jadi kuota bandwidth kita akan terkuras dengan cepat.

Cara mencegah terjadinya Hotlink adalah menggunakan plug-in Hotlink protection atau Configurable Hotlink Protection yang tersedia di WordPress.

Anda juga bisa menggunakan fitur pencegahan hotlink yang tersedia di cPanel hosting anda atau tambahkan kode berikut dalam file .htaccess jangan lupa ganti yourdomain.com menjadi nama domain anda.

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www\.)?yourdomain.com [NC]
RewriteRule \.(jpg|jpeg|png|gif)$ – [NC,F,L]

7. Mengaktifkan CloudFlare

CloudFlare adalah sebuah Content Delivery Network (CDN) yang memiliki fitur lebih baik dari standar CDN lain yang ditawarkan dan berada di tengah-tengah antara nama domain dan web hosting. CloudFlare menyediakan keamanan tambahan untuk serangan DDoS, yang juga merupakan sumber cache statis yang membuat situs web kita dapat dimuat dengan lebih cepat.

Dengan kata lain, kita akan disediakan “tempat” singgah bagi file-file yang ada di situs kita di CloudFlare sehingga ketika ada pengunjung yang sudah pernah mengunjungi situs web kita, maka pengunjung itu dapat memuat situs web kita dengan lebih cepat karena CloudFlare akan menyimpan cache secara otomatis.

8. Menggunakan layanan Gmail untuk email

Gukanan Google Apps Standard edisi khusus untuk host layanan blog email melalui cPanel. Kita dapat memiliki beberapa akun email sekaligus melalui apps ini.

Ketika kita menggunakan Gmail untuk email, kita akan menghemat disk space yang dialokasikan untuk menyimpan email-email yang masuk dan segala file yang dikirimkan melalui email. Sehingga, file-file dan email yang masuk akan disimpan di server Gmail, bukan server situs web kita. Itulah mengapa kita dapat menghemat kuota bandwidth.  

9. Menggunakan cache

Cara ini sebenarnya agak berbeda dengan poin 7 yang menggunakan CloudFlare, namun sama-sama menggunakan cache. Hanya orang -orang yang sudah ahli dan familiar dengan bahasa pemrograman saja yang dapat menggunakan metode ini dengan baik.

Caranya adalah dengan membuat suatu file baru berbentuk isi situs web milik kita dan mengoptimalkan kinerja CSS/Javascript menjadi lebih kecil, sehingga pengunjung yang pernah datang ke situs web kita tidak perlu menunggu lama untuk memuat situs web kita, kecuali file cache yang ada di device pengunjung sudah dihapus.

Leave a Reply