Cara Backup Data di WordPress

Sebagai pemilik sebuah situs web, terutama yang digunakan sebagai bisnis, kehilangan data yang ada di situs web adalah mimpi buruk yang tidak ingin kita alami. Bukan saja kehilangan akibat di hack oleh seseorang, kehilangan data juga bisa di akibatkan oleh virus, malware, bencana alam yang menimpa server, dan macam kejadian lainnya.

Selain harus membangun dari awal, kehilangan data juga membuat mental kita down setelah jerih payah yang telah kita curahkan untuk membangun situs web milik kita. Untuk itulah memiliki back up atau cadangan data adalah sebuah kewajiban. 

Back up data kini semakin mudah. Tinggal klik, semua data sudah tersimpan dengan aman. Untuk mengunduhnya pun juga mudah. Kita bisa menempatkan file back up di cloud maupun komputer pribadi milik kita.

Di artikel ini, saya akan menjelaskan 2 cara sederhana untuk memback up file komputer kita dengan cPanel dan Plugins di WordPress.

Back up dengan cPanel

1. Masuk ke laman cPanel kalian. Cari tab ‘Files’ dan klik ‘Backup Wizard’

Cara backup data dengan plugins wordpress

2. Setelah laman baru telah terbuka, akan ada 2 pilihan yang muncul, Backup dan Restore. Untuk Backup atau membuat cadangan pilih ‘Backup’

cara backup data di worpdress denga plugin

3. Setelah laman baru termuat, akan muncul 2 pilihan. ‘Full backup’ dan ‘Partial backup’. Full backup berfungsi untuk membackup seluruh file yang ada di server kita, sedangkan Partial backup berfungsi untuk membackup beberapa directory atau bagian di server kita. Bagian-bagian itu dibagi menjadi 3 bagian, yakni Hore Directory, MySQL Databases, dan Email.

Karena pada artikel ini membahas cara membackup konten secara keseluruhan maka kita memilih full backup seperti yang ada di gambar di bawah ini.

cara backup data dengan plugin

4. langkah selanjutnya adalah memilih dimana anda akan menaruh file backup. Ada 4 pilihan yang tersedia, yakni Home Directory, Remote FTP Server, Remote FTP Server (Passive mode transfer), dan Secure Copy (SCP).

Karena saya ingin menyimpan di server cPanel saya, maka saya memilih Home Directory sebagai tujuan. Isikan alamat email kalian jika ingin mendapat pemberitahuan ketika backup telah selesai dilakukan.

Setelah itu klik ‘Generate Backup’ untuk memulai proses backup.

Backup wordpress

5. Selanjutnya, laman baru akan terbuka dan mempelihatkan gambar dibawah ini. Hal ini berarti proses backup anda telah dimulai. Tunggu hingga proses ini selesai.

Kalian bisa melakukan hal lain sembari menunggu proses backup ini selesai.

cara backup melalui cPanel

6. Ketika proses backup telah selesai, maka akan ada pemberitahuan seperti gambar di bawah ini. Jika ingin mengunduhnya untuk disimpan secara offline atau luring, maka kalian tinggal mengeklik tautan yang berwarna biru itu.cara backup cPanel WordPress

Back up dengan Plugins

Cara yang kedua ini sebenarnya lebih mudah karena menggunaan plugins dan lebih leluasa mau dimana kita meletakkan file back up kita.

Namun sebelumnya, saya sarankan kepada kalian untuk membuat akun di ‘cloud’ terlebih dahulu untuk menyimpan file back up kita. Seakrang sudah tersedia banyak penyimpanan atau ‘cloud’ yang gratis. Sebut saja DropBox, Google Drive, Microoft OneDrive dan lain sebagainya.

Saya menggunakan DropBox. Tidak ada alasan khusus menggunakan DropBox. Sebenarnya saya juga punya akun di Google Drive, agar mendapat banyak space alias tempat menyimpan gratis, maka saya membuat akun DropBox juga.

1. Masuk ke laman dasboard WordPress kalian.

Pilih/letakkan cursor di Plugins yang terletak di kiri sidebar.

Klik ‘Add New’ untuk mencari dan menginstall Plugins yang akan kita gunakan.

cara backup data denga plugins di wordpress

 

2. Di kolom pencarian, ketik “UpdraftPlus” maka kalian akan menemukan plugins tersebut.

Klik ‘Install Now’ setelah selesai di download dan di install, klik ‘Acticvate’

cara backup data dengan plugins

 

3.  Masuk ke laman ‘Installed Plugins’ yang ad di sidebar dibawah ‘Plugins’

Di kolom ‘UpdraftPlus’, klik ‘Settings’

cara backup data

 

4. Dibawah ini adalah gambar laman dari settings plugins UpdraftPlus.

Klik tab ‘Settings’ yang sudah saya beri kotak merah.

Pilih periode jadwal backup yang kalian inginkan. Karena saya ingin membackup data sebulan sekali, maka saya memilih ‘Monthly’

Selain itu juga ada pilihan periode yang lain. Kalian tinggal pilih sesuai dengan keinginan kalian.

Setelah itu, pilih dimana kalian ingin menyimpan data kalian. Bisa di Dropbox, Google Drive, Microsoft OneDrive dan tempat lainnya yang sudah disediakan oleh plugins ini.

backup data dengan updraft

 

5. Klik ‘Save Changes’ yang ada di bagian bawah laman.

backup dengan plugins di wordpress

 

6. Setelah proses penyimpanan atau ‘Save Changes’ selesai, sekarang kembali ke bagian tengan laman, dan klik di bagian yang sudah saya beri kotak merah.

Tautan ini berfungsi  untuk melakukan log in dan autentikasi akun ke dropbox yang menjadi tujuan penyimpanan file yang akan di back up.

caa backup dengan plugins

 

7. Setelah kalian mengeklik tautan di atas, maka akan muncul laman seperti dibawah ini.

Klik ‘Complete Setup’ untuk melakukan login, menghubungkan wordpress dengan dropbox dan autentikasi akun dropbox.

Lebih baik membuka tab dropbox agar proses ini lebih cepat.

updraftplus

 

8. Setelah proses autentikasi selesai, maka di tab ‘Current Status’ akan muncul kolom proses yang menunjukkan proses backup di wordpress.

Tunggu hingga selesai, kalian bisa beralih ke tab lain untuk mengerjakan sesuatu, tapi jangan tutup tab ini.  Cara backup data di wordpress

 

9. Setelah selesai, kita bisa mengecek file hasil backup yang sudah terunggah ke DropBox.

cara backup konten di wordpress dengan plugins

 

Dengan begini, anda sudah mengamankan situs web anda dari resiko kehilangan data.

Selamat Mencoba  🙂

Leave a Reply