Kategori: Hosting

Pilih Blogspot atau WordPress?

Pilih Blogspot atau WordPress?

Mungkin ini adalah salah satu pertanyaan yang paling pertama muncul dalam benak kalian sebagai blogger pemula. Pilih Blogspot atau WordPress ya? Keduanya sama-sama yang terbaik di kelasnya. Jadi jika kalian meminta jawaban mana yang terbaik, keduanya jadi pemenang.

Tapi, semua tergantung tujuan kalian membuat blog itu untuk apa. Kedua layanan gratis ini menunjang tujuan masing-masing orang yang menggunakannya. Analoginya, sama seperti saat kita ingin memotong kertas. Bisa menggunakan gunting atau cutter. 

Kita menggunakan gunting ketika kita ingin memotong kertas dengan bentuk yang tidak rata/bergelombang. Saat kita ingin memotong kertas dengan bentuk yang lurus kita menggunakan cutter. Keduanya sama-sama menghasilkan kertas yang dipotong, tapi dengan peruntukan yang berbeda.

Nah, untuk mengetahui mana yang paling sesuai dengan tujuan kalian, saya menulis beberapa “perbedaan” kedua layanan ini.

WordPress

pilih blogger atau wordpress

perlu diketahui, wordpress adalah layanan yang dinaungi oleh sebuah perusahaan bernama Automattic. WordPress adalah perusahaan yang “menghidupkan” 27% internet global. Jadi, seperempat konten internet di dunia saat ini menggunakan jasa wordpress.

Kok bisa begitu? kan wordpress itu cuma layanan blog gratis?

Tak hanya memberikan layanan blog, wordpress juga memberikan layanan berupa opensource software atau perangkat lunak yang terbuka bagi semua orang untuk mengembangkannya yang diberikan secara cuma-cuma alias gratis hanya kepada mereka yang telah menyewa layanan hosting.

Dimana si penyewa hosting harus membayar sejumlah uang kepada perusahaan hosting untuk mendapatkan layanan.

Nah, karena tujuanya berbeda dari pembuatan blog, WordPress memiliki domain tersendiri bagi layanan “berbayarnya” ini yakni di situs wordpress.org 

Jika anda ingin menyewa hosting, anda dapat membaca daftar Perusahaan Hosting Terbaik di Indonesia yang tentu saja menawarkan berbagai pilihan dan kemudahan dalam membangun situs web anda sendiri.

Dan bagi kalian yang menginginkan untuk membuat blog secara gratis, tentu saja akan menuju situs wordpress.com

Kelebihan-kelebihan WordPress diantaranya adalah:

  1. Gratis selamanya
  2. Mudah digunakan bagi siapa saja
  3. Tidak perlu memikirkan masalah teknis, karena sudah ditangani oleh tim wordpress di Amerika
  4. Sangat aman dari serangan hacker karena servernya di Amerika dan dilindungi oleh firewall
  5. Kemungkinan down/tidak dapat diakses kecil
  6. Tersedia ratusan hingga ribuan tema tampilan gratis
  7. Bisa membuat nama domain sendiri hanya dengan USD35,88 pertahun
  8. Lebih populer/lebih banyak digunakan oleh orang-orang
  9. Tampilannya lebih fleksibel/mudah dikustomisasi
  10. Tidak ada pembatasan besaran disk space per post
  11. Kode HTML dapat dirubah
  12. Dilengkapi anti-spam
  13. Memiliki fitur tagging (menandai), sehingga lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari. Fungsinya seperti hashtag atau tanda pagar di media sosial.
  14. Dapat memblok pengunjung dari IP tertentu
  15. Dapat menggunakan bahasa Indonesia

Namun, tak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan layana wordpress.com, gratis pula. Maka akan ditemukan beberapa keterbatasan. Diantaranya adalah:

  1. Tidak memiliki akses penuh terhadap blog, ya karena memang blog itu bukan 100% milik kita. Ibaratnya, kita hanya menyewa tempat untuk “menunjukkan” tulisa-tulisan kita.
  2. Terbatasi oleh aturan yang dibuat oleh WordPress
  3. Tidak dapat memasang GoodleAdsense. Hanya bisa menggunakan WordAds
  4. Fitur dibatasi. Walaupun begitu tetap bisa upgrade dengan membayar biaya tertentu
  5. Media penyimpanan/disk space hanya 3GB untuk semua isi situs anda, jadi jika anda sudah melebihi kuota anda harus membeli disk space atau membuat akun baru dengan domain baru pula

Kemudian siapa saja yang cocok menggunakan/memakai WordPress sesuai peruntukannya? Kira-kira mereka inilah yang cocok memakai wordpress:

  1. Para penulis yang hanya iseng menulis atau ingin menyalurkan hobi menulis
  2. Para penulis yang ingin “curhat” di blog
  3. Para penulis yang belum ada niat mencari uang dari bisnis internet
  4. Para penulis baik hati yang ingin berbagi informasi di internet tapi malas mengurusi urusan teknis
  5. Para penulis yang menulis yang ingin mendulang uang dari WordAds, bukan GoogleAdsense

Blogger

Pilih wordpress atau blogspot

Sama seperti WordPress, blogger.com juga merupakan layanan blog gratis. Blogger berada dibawah naungan perusahaan raksasa Google yang diakuisisi sejak tahun 2003.

Blogger memiliki ekstensi .blogspot.com ini didirikan tahun 1999 oleh Pyra Labs. Semenjak diakuisisi oleh Google, Blogger menjadi semakin populer termasuk di Indonesia. Kalian pasti kenal Raditya Dika kan? Dia adalah salah satu penulis blog di Blogger yang pada tahun 2005 sukses menelurkan sebuah buku dari tulisan-tulisan yang sebelumnya ia tuangkan ke blog pribadinya.

Kelebihan-kelebihan Blogger adalah:

  1. Gratis selamanya
  2. Sangat user friendly alias mudah digunakan’
  3. Fitur cukup lengkap dibanding WordPress
  4. Bisa memposting artikel tanpa batas
  5. 1 akun di blogger bisa membuat hingga 100 domain .blogspot.com
  6. Keamanan terjamin karena dikelola oleh Google
  7. Terjamin bebas dari down karena dikelola oleh Google
  8. Bisa memilih ratusan template dan tema tampilan yang berbeda
  9. Bisa memasang iklan menggunakan GoogleAdsense sehingga kita bisa menghasilkan uang dari iklan tersebut
  10. Bisa membuat domain sendiri, tapi harus membayar sejumlah uang
  11. Dapat menggunakan bahasa Indonesia
  12. Dapat memasukkan Widget 

Dengan alasan yang sama, gratis, blogger memiliki beberapa kekurangan. Diantara kekurangan tersebut adalah:

  1. Kita tidak memiliki akses penuh terhadap blog kita. Karena memang tidak sepenuhnya situs itu milik kita.
  2. Dibatasi peraturan yang ada
  3. Blog bisa dihapus tanpa pemberitahuan jika ketahuan melanggar peraturan yang ditetapkan oleh Google tanpa adanya back-up. Jadi harus hati-hati dan taat pada aturan yang sudah ditetapkan.
  4. Pilihan tema dan template yang terbatas, sehingga pengguna punya “kembaran” blog
  5. Tampilan yang terkesan biasa dan sederhana
  6. Bagian editing tulisan kurang lengkap

Kemudian siapa saja yang cocok menggunakan/memakai Blogger sesuai peruntukannya? Kira-kira mereka inilah yang cocok memakai Blogger:

  1. Para penulis yang sedang belajar menulis di blog
  2. Para penulis yang ingin menggeluti dunia IT terutama yang ingin belajar kode HTML dan CSS
  3. Para penulis yang ingin menghasilkan uang dari GoogleAdsense tapi memiliki keterbatasan modal
mana yang lebih baik, blogger atau wordpress
sumber: http://relationshipthings.com.a/
Bandwidth boros? Gunakan Tips-tips ini agar Bandwidth Hostingmu Awet!

Bandwidth boros? Gunakan Tips-tips ini agar Bandwidth Hostingmu Awet!

Hemat bandwidth
sumber: http://www.tradeforexmakemoney.co.uk

Bagi anda yang memiliki situs web dan menyewa dari perusahaan hosting, maka Bandwidth adalah salah satu hal yang petning diperhatikan. Biasanya penyedia jasa hosting menyediakan beberapa paket pilihan dengan besaran bandwidth yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan kuota, ada yang bebas kuota alias unlimited.

Untuk mereka yang tidak memiliki masalah finansial mungkin bandwidth bukan masalah. Namun, untuk mereka yang memiliki keterbatasan di pendanaan, maka bandwidth menjadi hal yang wajib diperhatikan. Karena bandwidth mereka yang memiliki kuota, maka besaran bandwidth di Hosting harus diperhatikan. Karena jika melebihi kuota yang ditetapkan, maka situs mereka tidak dapat diakses pada sisa bulan itu.

Ada 3 hal utama yang menyebabkan kuota bandwidth anda terkuras,

Pertama, sedikit banyaknya pengunjung situs web anda. Semakin banyak pengunjung ke situs web anda, maka akan semakin terkuras bandwidth anda.

Kedua, apa yang anda sediakan di situs web anda dan pengunjung lakukan di situs web. Jika anda meletakkan file dan mempersilahkan pengunjung untuk mengupload dan mendownload file dari situs anda, maka bandwidth anda akan cepat habis karena sistem internet adalah salaing transfer data. Transfer data inilah yang mempengaruhi bandwidth. 

Ketiga adalah ketiga anda melakukan outlook dalam berkirim file atau teks melalui e-mail di hosting anda. .

Jika anda belum terlalu paham tentang bandwidth, anda bisa membaca artikel Apa itu Unlimited Bandwidth agar anda lebih mudah mencerna artikel kali ini.

cara menghemat bandwidth hosting
sumber:http://www.alignthoughts.com

Kembali ke pembahasan utama dari artikel ini. Berikut adalah 9 tips yang bisa anda gunakan agar kuota bandwidth anda awet sampai akhir bulan.

1. Pemilihan tema tampilan yang tepat

Penghematan dapat diawali dari pemilihan tema yang tepat. Tema tampilan yang berisi sedikit gambar, atau yang tidak terlalu banyak memiliki fitur, file flash, javascript dan plug-in dapat menjadi tampilan yang hemat bandwidth. 

Karena tidak harus memuat banyak gambar dan file-file besar yang dapat menaikkan jumlah data yang ditransfer antara server dan pengunjung, maka lalu lintas bandwidth pun dapat ditekan. Pilihlah tema yang relatif ringan, sehingga proses loading atau memuat dapat lebih cepat sekalipun dengan kecepatan internet yang rendah serta ramah mesin pencari.

Namun, jangan sampai anda membuat tampilan yang biasa saja, dan terkesan membosankan hanya untuk menghemat bandwidth, karena anda tetap membutuhkan jumlah pengunjung yang cukup banyak agar situs web anda tetap memiliki pengunjung.

Walaupun hampir tidak ada pengunjung yang iseng membuka situs web kita hanya karena ingin melihat keindahannya, namun segi keindahan, kesesuaian isi situs dengan tampilan juga wajib diperhatikan demi nyamannya pengunjung saat mengunjungi situs web kita.

2. Meminimalisir penggunaan Plug-in

Plug-in adalah berbagai alat yang memudahkan pengunjung dan pemilik situs web untuk mengatur atau menggunakan fitur lebih yang ada di situs web. Namun, tentu saja seiring bertambahnya layanan dan kemudahan, bandwidth yang digunakan pun akan semakin bertambah. Hal ini tentu saja akan menggagalkan niatan anda untuk menghemat bandwidth. 

Penggunaan plug-in yang banyak akan mengakibatkan situs web query database berat. Peningkatan query database yang selanjutnya akan meningkatkan beban server dan mengambil sumber daya CPU yang lumayan besar. Kuota bandwidth pun akan cepat habis karenanya.

3. Mengoptimasi database MySQL

Database MySQL adalah jantung dari hosting yang menggunakan WordPress. Database dapat terfragmentasi secara tiba-tiba sehingga akan berantakan akibat string asing yang dimasukkan. Oleh karena itu optimasi database secara berkala sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja server.

Jangan Khawatir, karena hal ini dapat diatasi dengan plug-in dari WordPress seperti WP DB Manager. Plug-in ini dapat berfungsi sebagai pengoptimasi database, perbaikan database, back-up database, restore database, menghapus database cadangan/back-up, menghapus tabel kosong dan menjalankan query yang dipilih, serta mendukung penjadwalan back-up otomatis.

4. Mengoptimasi ukuran dan jumlah gambar

Gambar adalah hal yang wajib ditampilkan guna melengkapi informasi yang kita letakkan di situs web kita. Dengan adanya gambar, informasi yang kita paparkan akan semakin komplit, para pengunjung pun  makin terbantu dengan adanya gambar karena tidak hanya mendapat informasi secara narasi saja.

Namun, membludaknya gambar akan menyedot kuota bandwidth yang cukup banyak karena gambar umumnya berukuran lebih dari 1 megabyte. Untuk itu kita perlu menyiasati ukuran gambar yang akan kita taruh dalam server situs web kita, serta membatasi jumlahnya.

Di samping itu, kita juga bisa menaruhnya di situs image hosting. Jika kita menaruh gambar-gambar di image hosting, yang harus kita lakukan hanya menaruh kode embed di situs kita, maka gambar akan tampil seperti biasa yang akan saya bahas di poin ke 5.

Cara ini lebih efektif daripada mengecilkan ukuran foto yang akan berakibat pada menurunnya kualitas foto dan mengurangi jumlah foto yang akan berimbas pada kurang lengkapnya informasi di situs web kita. Menaruh foto di image hosting, selain gratis tentunya juga akan membebaskan kita dari bandwidth yang lewat melalui situs web kita.

Ukuran foto sebaiknya dibawah 50kilobyte agar kuota bandwidth awet. Namun, untuk ukuran sekecil itu patut dipikirkan lagi akan kualitas yang diharapkan. Solusinya adalah menggunakan image hosting yang tersedia gratis hanya dengan registrasi.

Selain itu, kita bisa menggunakan metode Compress CSS, javascript dan image untuk mengecilkan ukuran file yang kita pasang di situs web kita melalui pihak ketiga. Sehingga laman situs web kita dapat dimuat dengan lebih cepat dan tidak terlalu memakan banyak kuota bandwidth.

5. Menggunakan image hosting

Beberapa situs web image hosting adalah, Tinypic, Post Image, Photobucket, Imgur, dan Imageshack.

Masing-masing image hosting memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa poin yang merupakan kelebihan dan kekurangan adalah jumlah space yang ditawarkan secara gratis, hingga lamanya penyimpanan.

Anda wajib membuka/membuat akun (yang bisa dibuat secara gratis maupun berbayar) agar foto-foto anda tidak dihapus oleh si empunya image hosting. Sehingga, foto”titipan” anda di image hosting tersebut tidak hilang ketika dipasang di situs web anda.

 6. Pencegahan munculnya Hotlink

Hotlink adalah suatu kegiatan yang kita lakukan saat kita menaruh foto-foto yang akan kita pasang di situs kita di situs image hosting, hanya saja terbalik.

Ada seseorang yang “mengambil” gambar/video dari situs web milik kita tanpa mendownload dan mengupload ke servernya sendiri, tetapi dia malah menyalin kode dari gambar/video yang ada di situs web kita dan menaruh kode gambar/video tersebut ke situs web mereka. Jadi lalu lintas dan bandwidth akan mengalir dari dan ke server situs web kita.

Sehingga saat ada seseorang yang membuka situs web mereka, bandwidth yang akan terpakai adalah bandwidth milik kita. Jadi kuota bandwidth kita akan terkuras dengan cepat.

Cara mencegah terjadinya Hotlink adalah menggunakan plug-in Hotlink protection atau Configurable Hotlink Protection yang tersedia di WordPress.

Anda juga bisa menggunakan fitur pencegahan hotlink yang tersedia di cPanel hosting anda atau tambahkan kode berikut dalam file .htaccess jangan lupa ganti yourdomain.com menjadi nama domain anda.

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www\.)?yourdomain.com [NC]
RewriteRule \.(jpg|jpeg|png|gif)$ – [NC,F,L]

7. Mengaktifkan CloudFlare

CloudFlare adalah sebuah Content Delivery Network (CDN) yang memiliki fitur lebih baik dari standar CDN lain yang ditawarkan dan berada di tengah-tengah antara nama domain dan web hosting. CloudFlare menyediakan keamanan tambahan untuk serangan DDoS, yang juga merupakan sumber cache statis yang membuat situs web kita dapat dimuat dengan lebih cepat.

Dengan kata lain, kita akan disediakan “tempat” singgah bagi file-file yang ada di situs kita di CloudFlare sehingga ketika ada pengunjung yang sudah pernah mengunjungi situs web kita, maka pengunjung itu dapat memuat situs web kita dengan lebih cepat karena CloudFlare akan menyimpan cache secara otomatis.

8. Menggunakan layanan Gmail untuk email

Gukanan Google Apps Standard edisi khusus untuk host layanan blog email melalui cPanel. Kita dapat memiliki beberapa akun email sekaligus melalui apps ini.

Ketika kita menggunakan Gmail untuk email, kita akan menghemat disk space yang dialokasikan untuk menyimpan email-email yang masuk dan segala file yang dikirimkan melalui email. Sehingga, file-file dan email yang masuk akan disimpan di server Gmail, bukan server situs web kita. Itulah mengapa kita dapat menghemat kuota bandwidth.  

9. Menggunakan cache

Cara ini sebenarnya agak berbeda dengan poin 7 yang menggunakan CloudFlare, namun sama-sama menggunakan cache. Hanya orang -orang yang sudah ahli dan familiar dengan bahasa pemrograman saja yang dapat menggunakan metode ini dengan baik.

Caranya adalah dengan membuat suatu file baru berbentuk isi situs web milik kita dan mengoptimalkan kinerja CSS/Javascript menjadi lebih kecil, sehingga pengunjung yang pernah datang ke situs web kita tidak perlu menunggu lama untuk memuat situs web kita, kecuali file cache yang ada di device pengunjung sudah dihapus.

Apa itu Cloud Hosting?

Apa itu Cloud Hosting?

Diambil dari katanya, Cloud atau awan, Hosting jenis ini bersifat seperti awan yakni banyak dan ada di mana-mana. Dapat disimpulkan bahwa Cloud Hosting adalah jenis hosting yang memiliki lebih dari satu server, atau terhubung pada banyak server, dimana pengguna tidak perlu khawatir akan kinerja server yang tidak stabil atau sumber daya yang terbatas pada layanan hosting lainnya.

Sebelum beranjak ke penjelasan selanjutnya, bagi anda yang masih baru di dunia Hosting ada baiknya anda membaca beberapa artikel yang sudah saya tulis sebelumnya agar anda lebih mudah memahami artikel Cloud Hosting ini.

Artikel-artikel tersebut adalah Apa itu Hosting?,  Apa itu Dedicated Server?, Apa itu Shared Server?, Apa itu Bandwidth? dan Apa itu VPS?

Setelah anda membaca artikel di atas, sekarang mari kita lanjutkan pembahasan mengenai Cloud Hosting. 

Cloud Hosting merupakan
sumber: amazine.co

Konsep utama dari Cloud Hosting  adalah “Divide and Rule” yang berarti sumber daya yang diperlukan untuk menjaga situs-situs web yang dinaunginya tetap dalam jaringan/online tersebar di lebih dari satu web server dan akan dialokasikan sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini dilakukan sebagai cadangan jika sewaktu-waktu terjadi down saat terjadi kerusakan pada server. Saat terjadi gangguan pada satu server, maka server “cadangan” lain akan menggantikan server yang gagal tersebut dan menyediakan sumber daya yang diperlukan agar situs-situs web yang dinaunginya tetap bisa diakses oleh pengunjung.

Masalah lain yang mungkin terjadi pada server adalah melebihinya bandwidth atau membludaknya jumlah pengunjung di situs web tertentu sehingga menyebabkan server overloading atau kelebihan beban. Masalah ini dapat ditangani oleh Cloud Hosting dengan cara menambah bandwidth dari server lain.

Untuk memastikan Cloud Hosting berjalan dengan baik, diperlukan perangkat keras yang memiliki kualitas tinggi dibanding server lain agar mampu menjalankan berbagai tugas tersebut.

Penggunaan perangkat keras berkualitas rendah akan menambah beban server, dan justru meningkatkan biaya perawatan tanpa disertai hasil yang memuaskan.

Contoh dari Cloud Hosting adalah perusahaan raksasa Google. Perusahaan ini menyebar servernya ke 15 tempat di 3 benua yang berbeda. Pertamakalinya sejak didirikan tahun 1998, tercatat Google hanya pernah 1x Down yakni pada tanggal 17 Agustus 2013 jam 23.52 hingga 23.57 GMT atau tanggal 18 Agustus 2013 jam 06.52-06.57 WIB.

Namun, keunggulan Cloud Hosting harus dibayar dengan harga yang cukup mahal, mengingat membutuhkan lebih dari satu server dan perangkat lunak yang berkualitas lebih tinggi. Tentu saja ini bukan masalah bagi perusahaan-perusahaan besar yang memerlukan situs web mereka harus dapat diakses kapan saja oleh banyak orang sekalipun.

Cloud hosting adalah sebuah
sumber: http://cloudhostingreviews.eu