Kategori: Website

Cara Pindah Hosting WordPress

Cara Pindah Hosting WordPress

Pindah hosting mungkin menjadi jawaban bagi beberapa pengelola situs web karena bermacam alasan. Dari yang upgrade ke hosting yang lebih berkualitas dan terpercaya, upgrade ke Dedicated Server beralih ke hosting yang lebih terjangkau atau sudah memiliki server sendiri sehingga tidak perlu menyewa dari perusahaan hosting lain.

Karena bermacam alasan itulah memindahkan situs web beserta seluruh isi datanya merupakan salah satu hal yang wajib dikuasai oleh seorang pengelola situs web.

Nah, dalam artikel ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana caranya pindah hosting atau disebut juga migrasi website ke server yang baru.

Dalam memindahkan atau memigrasikan situs web ke server ada 5 langkah besar yang wajib dilalui; pertama membuat dan mengunduh File Package, kedua menyiapkan hosting tujuan dan mengunggah File Package, ketiga menginstall Package, keempat mengupdate Nameserver, dan terakhir adalah Finishing/penyelesaian.

1. Membuat dan Mengunduh File Package

1. Login ke laman admin/dashboard wordpress kalian dan taruh cursor ke ‘Plugins’

2. Klik ‘Add New’

cara backup data denga plugins di wordpress

3. Di kolom pencarian di kanan atas, ketik ‘Duplicator’

4. Setelah pencarian selesai, klik ‘Instal Now’ dan kemudian ‘Activate’

cara pindah hosting ke wordpress

5. Setelah aktif, klik ‘plugins’ dan akan terbuka laman yang berisi daftar plugins yang kita miliki.

6. Taruh cursor di kolom plugin ‘Duplicator’ kemudian klik ‘manage’

7. Setelah laman baru terbuka, klik ‘Create New’ yang ada di kanan atas.

cara migrasi hosting worpdress

8. Di laman ini akan ada 3 pilihan, yakni Storage (untuk back upp), Achive dan Installer. Untuk pindah hosting, unduh package yang terdiri dari 2 file, Archive dan Installer. 

9. Klik ‘Next’ yg ada di bagian bawah laman

cara pindah hoting wordpress

10. Centang di bagian yang saya beri kotak warna merah untuk mengkonfirmasi.

tutorial pindah hosting wordpress

11. Proses pembuatan dan pengunduhan File Package akan dimulai secara otomatis. Jangan tutup jendela ini.

cara pindah hosting

2. Menyiapkan Hosting Tujuan dan Mengunggah File Package

1. Login ke cPanel hosting baru kalian.

2. Cari tab ‘Domains’ dan klik ‘Addon Domains’

Cara pindah hosting wordpress

3. laman baru akan terbuka seperti gambar di bawah ini.

4. Isi ketiga kolom yang saya beri panah, setelah terisi semua, klik ‘Add Domain’

Cara migrasi hosting baru

5. Setelah terbuat Add Domainnya, kembali laman utama cPanel

6. Di laman utama cPanel, cari tab ‘File’ dan klik ‘File Manager’

cara memindah hosting

7. Cari file yang dibuat dari ‘Add Domain’ tadi.

8. Setelah terbuka foldernya, klik ‘Upload’

9. Unggah 2 file Package (Installer dan Archive) yang sudah dibuat tadi ke folder ‘Add Domain’ yang telah dibuat.

Cara pindah hosting worpress

 

3. Menginstall File Package

1. Buka laman dengan template URL sebagai berikut:

http://[ip-server baru]/~[user hosting]/[nama-folder-add-domain-yang-dibuat-tadi]/

Contoh: http://188.310.123.4/~hoster/hostingbaru.com/

2. Klik atau jalankan file ‘installer.php‘ yang ada di Package

3. Buat database dan User database di cPanel

4. klik ‘Run Deployment’

5. Ubah URL sesuai domain baru dan klik ‘Run Update’

4. Mengupdate Nameserver

1. Ubahlah ‘nameserver domain’ dari hosting lama ke ‘nameserver domain’ yang baru. (bisa sama asal lisensi kepemilikina domain masih ada di tangan anda)

2. Tunggu hingga DNS berubah sempurna. Biasanya hitungan menit hingga maksimal 1×24 jam.

3. Cek apakah domain sudah berubah dan berhosting di hosting yang baru. Caranya buka ‘Command Prompt’ atau klik Win+R dan masukkan ‘cmd’ seperti gambar dibawah ini.

Tutorial pindah hosting

4. Ketik ‘ping’ [nama domain yang baru dipindahkan] untuk cek apakah IP Hosting sudah berpindah ke hosting baru.

5. Finishing 

1. Setelah IP Address berpindah ke hosting yang baru, sekarang masuk ke laman WordPress admin/Dashboard kalian.

2. Ubah URL pada menu ‘Settings’ kemudian pilih ‘Permalink’

cara pindah hosting wordpress

 

 

3. Hapus ‘File Package’ (Archive dan Installer) yang berekstensi .7z yang tadi di taruh di ‘File Manager’ demi keamanan situs web anda di hosting yang baru.

4. Import WordPress ke dalam Softaculous/Quick Install atau sistem instalasi CMS yang digunakan di cPanel anda.

Cara pindah hosting baru

 

Anda juga bisa menonton tutorialnya secara audio visual di video yang ada di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=3Cs17z7UBoo

Cara Restore Data di WordPress

Cara Restore Data di WordPress

Setelah selesai membackup data website di artikel Cara Backup Data di WordPress  sekarang saatnya kita melakukan Restore atau mengembalikan data yang sudah di simpan di ‘cloud’ atau kita simpan secara offline.

Restore biasanya dilakukan ketika ada masalah dengan situs web yang kita kelola. Bisa saja saat terkena virus atau malware sehingga server harus di format yang mengakibatkan file semua hilang, situs web kita di hack oleh seseorang, atau kejadian lain yang mengharuskan kita merestore data yang telah di back up sebelumnya.

Sama seperti artikel mengenai Cara Backup data, dalam artikel ini saya juga akan menjelaskan 2 cara Restore yakni dengan cPanel dan Plugins. 

Cara Restore data dengan cPanel

1. Masuk ke laman cPanel situs web kalian.

Cari tab ‘Files’ dan cari ‘Backup wizard’ seperti gambar dibawah ini.
Cara restore data dari cPanel

2. Setelah laman baru terbuka, pilih ‘Restore’ seperti yang ada di gambar di bawah ini.

Restore data menggunakan plugins

3. Setelah itu laman baru akan termuat dan memiliki tampilan seperti di bawah ini.

Pilih jenis file yang ingin kalian restore. Pilihan ada Home Directory, MySQL Databases dan Email. 

Pada contoh ini karena tadi saya membackup file Home Directory, maka saya juga memilih Home Directory untuk di restore.

Untuk cara ini kalian harus sudah mendownload atau mengunduh file backup dan meletakkannya di komputer kalian. Cara restore data dari cPanel

4. Laman baru untuk memilih dan mengunggah file akan terbuka.

Klik ‘Choose File’ untuk mencari file yang sudah di back up tadi.

Klik ‘Upload’ untuk mengunggah file ke server website anda.

Cara restore data di wordpressCara restore data di wordpress

5. Sekarang file kalian sedang di restore ke server dan tinggal menunggu proses pengunggahan selesai.

cara merestore data di wordpress menggunakan plugin

Cara Restore data dengan Plugins

Seperti yang saya sudah jelaskan di artikel mengenai cara back up, artikel yang membahas cara restore kali ini juga akan menggunakan plugins yang sama yakni UpdraftPlus.

1. Masuk ke ‘Dashboard’ laman website kalian.

Taruh cursor ke menu ‘Settings’ dan klik tab ‘UpdraftPlus Backups’ seperti gambar di bawah ini

cara restore wordpress dengan plugin

 

2. Setelah laman termuat, pilih tab ‘Existing Backups’ seperti gambar di bawah ini

Klik file backup mana yang ingin di restore. Karena saya membackup di cloud (DropBox) maka plugins ini akan secara otomatis mengunduh file dari DropBox.

Klik ‘Restore’ untuk file back up mana yang ingin di restore.

Cara restore data dengan plugin

 

3. Setelah itu akan muncul window seperti gambar di bawah ini. Centang di kotak yang bertuliskan ‘Database’ Hal ini muncul karena kemarin saya membackup file Database. Kotak yang muncul mungkin akan lebih dari satu.

Berikan centang di kotak yang ingin anda restore file nya.

Klik ‘Restore’ yang ada di bawah.

cara restore konten wordpress dengan plugin

 

4. Setelah kalian mengeklik ‘Restore’ maka proses restore akan berjalan secara otomatis seperti di gambar di bawah ini.

Sembari anda menunggu proses restore, kalian bisa meninggalkan jendela ini, tapi jangan menutupnya. cara mudah restore data dengan plugin

 

Itulah tadi 2 cara mudah untuk merestore file back up. Kelolalah situs web anda dengan hati-hati dan cermat, karena kalau tidak anda sendirilah yang akan menanggung kerugiannya.

Mencadangkan file data menjadi salah satu langkah antisipasi kehilangan data yang sangat tepat.

Cara Backup Data di WordPress

Cara Backup Data di WordPress

Sebagai pemilik sebuah situs web, terutama yang digunakan sebagai bisnis, kehilangan data yang ada di situs web adalah mimpi buruk yang tidak ingin kita alami. Bukan saja kehilangan akibat di hack oleh seseorang, kehilangan data juga bisa di akibatkan oleh virus, malware, bencana alam yang menimpa server, dan macam kejadian lainnya.

Selain harus membangun dari awal, kehilangan data juga membuat mental kita down setelah jerih payah yang telah kita curahkan untuk membangun situs web milik kita. Untuk itulah memiliki back up atau cadangan data adalah sebuah kewajiban. 

Back up data kini semakin mudah. Tinggal klik, semua data sudah tersimpan dengan aman. Untuk mengunduhnya pun juga mudah. Kita bisa menempatkan file back up di cloud maupun komputer pribadi milik kita.

Di artikel ini, saya akan menjelaskan 2 cara sederhana untuk memback up file komputer kita dengan cPanel dan Plugins di WordPress.

Back up dengan cPanel

1. Masuk ke laman cPanel kalian. Cari tab ‘Files’ dan klik ‘Backup Wizard’

Cara backup data dengan plugins wordpress

2. Setelah laman baru telah terbuka, akan ada 2 pilihan yang muncul, Backup dan Restore. Untuk Backup atau membuat cadangan pilih ‘Backup’

cara backup data di worpdress denga plugin

3. Setelah laman baru termuat, akan muncul 2 pilihan. ‘Full backup’ dan ‘Partial backup’. Full backup berfungsi untuk membackup seluruh file yang ada di server kita, sedangkan Partial backup berfungsi untuk membackup beberapa directory atau bagian di server kita. Bagian-bagian itu dibagi menjadi 3 bagian, yakni Hore Directory, MySQL Databases, dan Email.

Karena pada artikel ini membahas cara membackup konten secara keseluruhan maka kita memilih full backup seperti yang ada di gambar di bawah ini.

cara backup data dengan plugin

4. langkah selanjutnya adalah memilih dimana anda akan menaruh file backup. Ada 4 pilihan yang tersedia, yakni Home Directory, Remote FTP Server, Remote FTP Server (Passive mode transfer), dan Secure Copy (SCP).

Karena saya ingin menyimpan di server cPanel saya, maka saya memilih Home Directory sebagai tujuan. Isikan alamat email kalian jika ingin mendapat pemberitahuan ketika backup telah selesai dilakukan.

Setelah itu klik ‘Generate Backup’ untuk memulai proses backup.

Backup wordpress

5. Selanjutnya, laman baru akan terbuka dan mempelihatkan gambar dibawah ini. Hal ini berarti proses backup anda telah dimulai. Tunggu hingga proses ini selesai.

Kalian bisa melakukan hal lain sembari menunggu proses backup ini selesai.

cara backup melalui cPanel

6. Ketika proses backup telah selesai, maka akan ada pemberitahuan seperti gambar di bawah ini. Jika ingin mengunduhnya untuk disimpan secara offline atau luring, maka kalian tinggal mengeklik tautan yang berwarna biru itu.cara backup cPanel WordPress

Back up dengan Plugins

Cara yang kedua ini sebenarnya lebih mudah karena menggunaan plugins dan lebih leluasa mau dimana kita meletakkan file back up kita.

Namun sebelumnya, saya sarankan kepada kalian untuk membuat akun di ‘cloud’ terlebih dahulu untuk menyimpan file back up kita. Seakrang sudah tersedia banyak penyimpanan atau ‘cloud’ yang gratis. Sebut saja DropBox, Google Drive, Microoft OneDrive dan lain sebagainya.

Saya menggunakan DropBox. Tidak ada alasan khusus menggunakan DropBox. Sebenarnya saya juga punya akun di Google Drive, agar mendapat banyak space alias tempat menyimpan gratis, maka saya membuat akun DropBox juga.

1. Masuk ke laman dasboard WordPress kalian.

Pilih/letakkan cursor di Plugins yang terletak di kiri sidebar.

Klik ‘Add New’ untuk mencari dan menginstall Plugins yang akan kita gunakan.

cara backup data denga plugins di wordpress

 

2. Di kolom pencarian, ketik “UpdraftPlus” maka kalian akan menemukan plugins tersebut.

Klik ‘Install Now’ setelah selesai di download dan di install, klik ‘Acticvate’

cara backup data dengan plugins

 

3.  Masuk ke laman ‘Installed Plugins’ yang ad di sidebar dibawah ‘Plugins’

Di kolom ‘UpdraftPlus’, klik ‘Settings’

cara backup data

 

4. Dibawah ini adalah gambar laman dari settings plugins UpdraftPlus.

Klik tab ‘Settings’ yang sudah saya beri kotak merah.

Pilih periode jadwal backup yang kalian inginkan. Karena saya ingin membackup data sebulan sekali, maka saya memilih ‘Monthly’

Selain itu juga ada pilihan periode yang lain. Kalian tinggal pilih sesuai dengan keinginan kalian.

Setelah itu, pilih dimana kalian ingin menyimpan data kalian. Bisa di Dropbox, Google Drive, Microsoft OneDrive dan tempat lainnya yang sudah disediakan oleh plugins ini.

backup data dengan updraft

 

5. Klik ‘Save Changes’ yang ada di bagian bawah laman.

backup dengan plugins di wordpress

 

6. Setelah proses penyimpanan atau ‘Save Changes’ selesai, sekarang kembali ke bagian tengan laman, dan klik di bagian yang sudah saya beri kotak merah.

Tautan ini berfungsi  untuk melakukan log in dan autentikasi akun ke dropbox yang menjadi tujuan penyimpanan file yang akan di back up.

caa backup dengan plugins

 

7. Setelah kalian mengeklik tautan di atas, maka akan muncul laman seperti dibawah ini.

Klik ‘Complete Setup’ untuk melakukan login, menghubungkan wordpress dengan dropbox dan autentikasi akun dropbox.

Lebih baik membuka tab dropbox agar proses ini lebih cepat.

updraftplus

 

8. Setelah proses autentikasi selesai, maka di tab ‘Current Status’ akan muncul kolom proses yang menunjukkan proses backup di wordpress.

Tunggu hingga selesai, kalian bisa beralih ke tab lain untuk mengerjakan sesuatu, tapi jangan tutup tab ini.  Cara backup data di wordpress

 

9. Setelah selesai, kita bisa mengecek file hasil backup yang sudah terunggah ke DropBox.

cara backup konten di wordpress dengan plugins

 

Dengan begini, anda sudah mengamankan situs web anda dari resiko kehilangan data.

Selamat Mencoba  🙂